TIDAK BOLEH MENYIA-NYIAKAN MAKANAN
Rosululloh صلى الله عليه وسلم bersabda:
وَعَنْ
اِبْنِ عَبَّاسٍ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا- قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى
الله عليه وسلم ( إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ طَعَامًا, فَلَا يَمْسَحْ يَدَهُ,
حَتَّى يَلْعَقَهَا, أَوْ يُلْعِقَهَا ) ]مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ[
Dari Ibnu Abbas رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا bahwa Rosululloh صلى الله عليه وسلم bersabda:
"Apabila salah seorang di antara kamu makan makanan, maka janganlah ia
membasuh tangannya sebelum ia menjilatinya atau menjilatkannya pada orang
lain." (Muttafaq ‘Alaihi)
PENJELASAN HADITS:
Suatu makanan yang sisanya
masih menempel ditangan, maka janganlah dia menghilangkan bekas makanan itu
dari tangannya dengan sapu tangan atau selainnya, hingga dia menjilatinya atau mengulurkannya
kepada istri atau anaknya yang mau menjilatinya.
Yang dimaksud oleh hadits ini
adalah antusias untuk tidak menyia-nyiakan sedikitpun dari makanan dan mencari
kemanfaatan bagi tubuh dalam hal yang sedikit maupun banyak, besar maupun
remeh. Sebab, dia tidak tahu pada bagian mana dari makanan itu yang terdapat
berkah, kesuburan dan kebaikannya bagi orang yang memakannya.
FAWAID HADITS:
1.
Disunnahkan menjilat jari tangan yang ditempeli sisa
makanan sebelum dilap atau dicuci.
2.
Anjuran selalu bersikap tawadhu.
3.
Peringatan untuk tidak bersikap sombong dan
berlebih-lebihan.
Semoga bermanfaat…Mari Belajar Islam
Oleh: Abu Lailah
Sumber: Kitab Syarah Bulughul
Maram, Abdul Qadir Syaibah Al-Hamd







0 komentar:
Posting Komentar