Keutamaan Mendalami Ilmu Agama

Mendalami agama Islam merupakan salah satu amalan utama sekaligus symbol kebajikan. Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda: مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ “Siapa pun yang Alloh kehendaki kebaikan padanya, niscaya Alloh menjadikannya faham terhadap perkara agama ini.” (HR. Muttafaqun’alaih)

HUKUM-HUKUM BERSUCI DAN AIR

sholat tidak sah, kecuali apabila orang yang mendirikannya bersuci dari hadats dan najis sebatas yang ia mampu, sementara materi yang digunakan untuk bersuci adalah air, atau yang dapat menggantikan posisi air, seperti tayammum, pada saat tidak ada air, maka para ulama fiqih -Rohimahumulloh- memulai pembahasan fiqih dari Kitaab ath-Thohaaroh (bersuci).

BERLOMBALAH PADA KEBAIKAN

kaum muslimin yang fakir di zaman dahulu merasa iri untuk bisa berbuat baik seperti orang2 kaya. Mereka tidak iri pada kekayaannya, lalu apa yang dikatakan rasulullaah pada mereka?

Jangan Terpedaya Oleh Keindahan Dunia

Alloh سبحانه وتعالى berfirman: (QS. Ali Imron: 14) زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Alloh-lah tempat kembali yang baik (surga)”.

PENUNJUK KEBAIKAN SEPERTI YANG BERBUAT

Dari Abu Huroiroh رضي الله عنه bahwasanya Rosululloh صلى الله عليه و سلم bersabda: “ Barangsiapa menyeru kepada hidayah (petunjuk) maka ia mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang mengerjakannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa menyeru kepada kesesatan maka ia mendapatkan dosa sebagaimana dosa yang mengerjakannya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun” (Shohih Muslim Hadits No : 6750.)

Minggu, 28 Juni 2015

PERINTAH UNTUK BERDO'A

{ MUTIARA AYAT }

# PERINTAH UNTUK BERDO'A #

Alloh عزّوجلّ berfirman:

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً  إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

Berdo'alah kepada Rabbmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (QS. al-A'raf/7 : 55)

PENJELASAN AYAT1

Seorang muslim membutuhkan Alloh عزّوجلّ setiap saat. Penghambaan dirinya kepada Alloh عزّوجلّ mutlak harus dikerjakan. Berdoa merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh seorang hamba untuk membuktikan kebutuhannya kepada Alloh. Dan sebagai bukti ketundukan dirinya kepada Rabbul-’Alamîn (Dzat Yang Maha Menguasai alam semesta).

Melalui ayat di atas, Alloh عزّوجلّ memerintahkan para hamba-Nya untuk berdoa kepada-Nya dan beribadah dengannya.2 Karena doa termasuk ibadah, maka wajib disertai dengan keikhlasan.

Tentang ادْعُوا رَبَّكُمْ , Imam Ibnu Jarîr ath-Thabari رحمه الله menjelaskan: “Wahai manusia, berdoalah kepada Alloh saja. Murnikan doa kepada-Nya. Tidak menyeru kepada sesembahan-sesembahan selain-Nya dan berhala-berhala”.3

Alloh عزّوجلّ berfirman:

هُوَ الْحَيُّ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ فَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ ۗ ....

Dialah Yang hidup kekal, tiada Ilah (yang berhak diibadahi) melainkan Dia; maka berdoalah kepada-Nya dengan memurnikan ibadah kepada-Nya. (QS. Ghâfir/40:65).

Lebih jelas lagi larangan berdoa kepada selain Alloh عزّوجلّ, ditunjukkan pula oleh firman Alloh عزّوجلّ:

لَهُ دَعْوَةُ الْحَقِّ  وَالَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِهِ لَا يَسْتَجِيبُونَ لَهُم بِشَيْءٍ

Hanya bagi Alloh-lah (hak mengabulkan) doa yang benar. Dan berhala-berhala yang mereka seru selain Alloh tidak dapat memperkenankan sesuatu pun bagi mereka …. (QS. ar-Ra’d/13:14)

1.    Pembahasan ayat ini banyak mengutip keterangan dari kitab Fiqhul-Ad’iyah wal-Adzkâr, karya Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur-Razzâq bin ‘Abdul-Muhsin al ‘Abbâd, Volume I dan IV, disertai beberapa tambahan dari sejumlah kitab tafsir.
2.    Al-Jâmi’u li Ahkâmil-Qur‘ân, 7/199.
3.    Jâmi’ul-Bayân ‘an Ta`wil Ay Al-Qur`ân, 8/261.

Sumber: www.ibnumajjah.com

Semoga bermanfaat ... Mari Belajar Islam

Sabtu, 13 Juni 2015

Puasa dan Al-Qur'an Akan Memberi Syafa'at Kepada Ahlinya di hari Kiamat

KEUTAMAAN PUASA

# Puasa dan Al Qur'an Akan Memberi Syafa'at Kepada Ahlinya di Hari Kiamat #

Rosululloh صلى الله عليه وسلم  bersabda: 
اَلصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ الصِّيَامُ أَيْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَةَ فَشَفِّعْنِي فِيهِ وَيَقُولُ الْقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ قَالَ فَيُشَفَّعَانِ
"Puasa dan Al-Qur'an akan memberikan syafaat kepada hamba di hari Kiamat, puasa akan berkata : "Wahai Robbku, aku akan menghalanginya dari makan dan syahwat, maka berilah dia syafa'at karenaku". Al-Qur'an pun berkata : "Aku telah menghalanginya dari tidur di malam hari, maka berilah dia syafa'at karenaku" Rosululloh صلى الله عليه وسلم  bersabda: Maka keduanya akan memberi syafa'at"1 
Sumber: Sifat Shaum Nabi صلى الله عليه وسلم  fii Ramadhan, Syaikh Salim bin 'Ied al-Hilali حفظه الله, Syaikh 'Ali Hasan 'Ali Abdul Hamid حفظه الله

____________________

1. Diriwayatkan oleh Ahmad 6626, Hakim 1/554, Abu Nu'aim 8/161 dari jalan Huyaiy bin Abdullah dari Abdurrahman Al-hubuli dari Abdullah bin 'Amr, dan sanadnya hasan. Al-Haitsami berkata di dalam Majmu' Zawaid 3/181 setelah menambah penisbatannya kepada Thabrani dalam Al-Kabir : "Dan perawinya adalah perawi shahih"  

   Faedah: Hadits ini dan yang semisalnya dari hadits-hadits yang telah warid yang menyatakan bahwa amalan itu berjasad, wajib diimani dengan keimanan yang kuat tanpa mentahrif atau mentakwilnya, karena demikianlah manhajnya salafus shalih, dan jalannya mereka tidak diragukan lebih selamat, lebih alim dan bijaksana (tepat).  Cukuplah bagimu bahwa itu adalah salah satu syarat iman. Alloh Ta'ala berfirman: 

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ

"(Yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami anugrahkan kepada mereka" (QS. Al-Baqarah/2: 3)


Jumat, 12 Juni 2015

Pahala Orang Puasa Tidak Terbatas, Orang Puasa Punya Dua Kegembiraan, Bau Mulut Orang Yang Puasa Lebih Wangi dari Baunya Misk



KEUTAMAAN PUASA

Ketiga, Pahala Orang Puasa Tidak Terbatas

Keempat, Orang Puasa Punya Dua Kegembiraan

Kelima, Bau Mulut Orang Yang Puasa Lebih Wangi dari Baunya Misk1


Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, (bahwasanya) Rosululloh صلى الله عليه وسلم  bersabda: Alloh عزّوجلّ  berfirman: 

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ

“Semua amalan bani Adam untuknya kecuali puasa2 , karena puasa itu untuk-Ku dan Aku akan membalasnya, puasa adalah perisai, jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa janganlah berkata keji dan berteriak-teriak, jika ada orang yang mencercanya atau memeranginya, maka ucapkanlah : ‘Aku sedang berpuasa’3. Demi dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, sesunguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Alloh daripada bau misk4  orang yang puasa mempunyai dua kegembiraan, jika berbuka mereka gembira, jika bertemu Robbnya mereka gembira karena puasa yang dilakukannya” (Bukhari 4/88, Muslim no. 1151, Lafadz ini bagi Bukhari) 

Di dalam riwayat Bukhari (disebutkan): 

يَتْرُكُ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَشَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِي الصِّيَامُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا

“Meninggalkan makan, minum dan syahwatnya karena puasa untuk-Ku, dan Aku yang akan membalasnya, kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat yang semisal dengannya”.

Di dalam riwayat Muslim: 

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ بِعَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ وَلَخُلُوفُ فِمِ الصَّاؤِمِ عِنْدَ اللهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

“Semua amalan bani Adam akan dilipatgandakan, kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat yang semisal dengannya, sampai tujuh ratus kali lipat. Alloh Ta’ala berfirman: “Kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya, dia (bani Adam) meninggalkan syahwatnya dan makanannya karena Aku” Bagi  orang yang puasa ada dua kegembiraan; gembira ketika  berbuka dan gembira ketika bertemu Robbnya. Sungguh bau mulut orang yang puasa di sisi Alloh adalah lebih wangi daripada bau Misk
____________________

1. Untuk poin 3, 4 dan 5 telah tercakup dalam hadits dipoin 5.
2. Yakni : Baginya pahala yang terbatas, kecuali puasa karena pahalanya tidak terbatas
3. Dengan ucapan yang terdengar oleh si pencerca atau orang yang mengganggu tersebut, ada yang mengatakan : diucapkan di dalam hatinya agar tidak saling mencela dan saling memerangi. Yang pertama lebih kuat dan lebih jelas, karena ucapan secara mutlak adalah dengan lisan, adapun bisikan jiwa dibatasi oleh sabda Rosululloh صلى الله عليه وسلم  seperti yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah : "Sesunguhnya Alloh memaafkan bagi umatku apa yang terbetik dalam hatinya selama belum diucapkan atau diamalkannya" (Muttafaqun 'alaih). Maka  jelaslah bahwa ucapan itu mutlak tidak terjadi kecuali oleh ucapan yang dapat dididengar dengan suara yang terucap dan huruf. Wallohu a'lam.
4. Lihat apa yang telah ditulis oleh Ibnul Qayyim dalam Al-Wabilush Shayyib minal Kalamith Thayyib hal.22-38


Sumber: Sifat Shaum Nabi صلى الله عليه وسلم  fii Ramadhan, Syaikh Salim bin 'Ied al-Hilali حفظه الله, Syaikh 'Ali Hasan 'Ali Abdul Hamid حفظه الله

Puasa Bisa Memasukkan Hamba Ke Surga



KEUTAMAAN PUASA

Kedua, Puasa Bisa Memasukkan Hamba Ke Surga

Engkau telah tahu wahai hamba yang taat, mudah-mudahan Alloh memberimu taufik untuk mentaati-Nya, menguatkanmu dengan ruh dari-Nya, bahwa puasa dapat menjauhkan pelakunya dari neraka.

Itu berarti, puasa juga mendekatkan ke surga.  Dari Abu Umamah رضي الله عنه  katanya, "Aku berkata (kepada Rosululloh صلي الله عليه وسلم): "Wahai Rosululloh, tunjukkan padaku suatu amalan yang bisa memasukkanku ke surga?; beliau menjawab:
  
عَلَيْكَ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَا مِثْلَ لَهُ

"Atasmu puasa, tidak  ada (amalan) yang semisal dengan itu". (HR. Nasa'i 4/165, Ibnu Hibban hal. 232 Mawarid, Al-Hakim 1/421, sanadnya Shahih)


Sumber: Sifat Shaum Nabi صلى الله عليه وسلم  fii Ramadhan, Syaikh Salim bin 'Ied al-Hilali حفظه الله, Syaikh 'Ali Hasan 'Ali Abdul Hamid حفظه الله

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More