KEUTAMAAN PUASA
# Puasa dan Al Qur'an Akan Memberi Syafa'at Kepada Ahlinya di Hari Kiamat #
Rosululloh صلى
الله عليه وسلم bersabda:
اَلصِّيَامُ
وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ الصِّيَامُ أَيْ
رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَةَ فَشَفِّعْنِي فِيهِ وَيَقُولُ الْقُرْآنُ
مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ قَالَ فَيُشَفَّعَانِ
"Puasa dan Al-Qur'an akan memberikan syafaat kepada hamba di
hari Kiamat, puasa akan berkata : "Wahai Robbku, aku akan menghalanginya
dari makan dan syahwat, maka berilah dia syafa'at karenaku". Al-Qur'an pun
berkata : "Aku telah menghalanginya dari tidur di malam hari, maka berilah
dia syafa'at karenaku" Rosululloh صلى الله عليه وسلم bersabda:
Maka keduanya akan memberi syafa'at"1
Sumber: Sifat Shaum Nabi صلى الله عليه وسلم fii Ramadhan, Syaikh Salim
bin 'Ied al-Hilali حفظه الله, Syaikh 'Ali Hasan 'Ali Abdul Hamid حفظه الله
____________________
1. Diriwayatkan oleh
Ahmad 6626, Hakim 1/554, Abu Nu'aim 8/161 dari jalan Huyaiy bin Abdullah dari
Abdurrahman Al-hubuli dari Abdullah bin 'Amr, dan sanadnya hasan. Al-Haitsami
berkata di dalam Majmu' Zawaid 3/181 setelah menambah penisbatannya
kepada Thabrani dalam Al-Kabir : "Dan perawinya adalah perawi
shahih"
Faedah:
Hadits ini dan yang semisalnya dari hadits-hadits yang telah warid yang
menyatakan bahwa amalan itu berjasad, wajib diimani dengan keimanan yang kuat
tanpa mentahrif atau mentakwilnya, karena demikianlah manhajnya salafus shalih,
dan jalannya mereka tidak diragukan lebih selamat, lebih alim dan bijaksana
(tepat). Cukuplah bagimu bahwa itu adalah salah satu syarat iman. Alloh
Ta'ala berfirman:
الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ
وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ
"(Yaitu)
mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan
sebagian rezki yang Kami anugrahkan kepada mereka" (QS. Al-Baqarah/2: 3)






0 komentar:
Posting Komentar