KEUTAMAAN SIFAT ZUHUD
MBI: 066/23/07/15
1.
Meneladani
Rosululloh صلي الله عليه وسلم dan para sahabatnya
Rosululloh
صلي الله عليه وسلم dan para sahabatnya رضي الله عنهم, adalah penghulu dalam masalah kezuhudan.
Mereka hidup di dunia dan beramal di dunia sebagai persiapan menuju kampung
akhirat. Hati mereka selalu tertambat dengan negeri
akhirat.
Dari
Anas bin Malik رضي الله عنه bahwasanya Nabi صلي الله عليه وسلم bersabda:
اللَّهُمَّ لَا عَيْشَ إِلَّا عَيْشُ الْآخِرَهْ فَاغْفِرْ
لِلْأَنْصَارِ وَالْمُهَاجِرَهْ
"Ya Alloh, tidak ada kehidupan melainkan
kehidupan akhirat. Ampunilah orang-orang Anshor dan Muhajirin."1
2.
Menumbuhkan
sifat qona'ah dalam kehidupan dunia
Alloh
عزّوجلّ berfirman:
وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَى مَا مَتَّعْنَا بِهِ
أَزْوَاجاً مِّنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ وَرِزْقُ
رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَى
“Dan
janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada
golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai
mereka dengannya. Dan karunia Robb kamu adalah lebih baik dan lebih kekal. (QS.
Thoha [20]: 131)
Syaikh Abdurrohman
as-Sa'di رحمه الله mengatakan,
"Yaitu janganlah kamu tujukan pandanganmu dengan rasa kagum atau melihatnya
dengan perasaan senang terhadap keadaan dunia dan orang-orang yang
bersenang-senang di dalamnya. Kesenangan berupa makanan, minuman yang lezat,
pakaian yang mewah, rumah yang indah, istri yang cantik, dan sebagainya, karena
semua itu adalah bunga kehidupan dunia yang menyenangkan jiwa orang-orang yang
tertipu, mereka mengambilnya dengan bangga dan berpaling dari akhirat.
Kenikmatan dunia dinikmati oleh orang-orang yang zalim, yang kenikmatan itu akan
segera hilang dan akan membinasakan orang yang cinta dunia. Pada akhirnya,
mereka akan menyesal pada hari yang tidak berguna lagi penyesalan. Alloh
menjadikan dunia sebagai fitnah dan ujian, agar Alloh mengetahui siapa yang
senang dan tertipu dengannya dan mengetahui siapa yang paling baik amalannya.
Sebagaimana Alloh عزّوجلّ berfirman:
إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْضِ زِينَةً لَّهَا
لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً
“Sesungguhnya
Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami
menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.” (QS.
al-Kahfi [18]: 7)2
3.
Alloh
Mencintainya
عَنْ سَهْل بِنْ سَعْد السَّاعِدِي رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ :
أَتَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ فَقَالَ : ياَ رَسُوْلَ اللهِ دُلَّنِي عَلَى
عَمَلٍ إِذَا عَمِلْتُهُ أَحَبَّنِيَ اللهُ وَأَحَبَّنِي النَّاسُ، فَقَالَ :
ازْهَدْ فِي الدُّنْيَا يُحِبُّكَ اللهُ، وَازْهَدْ فِيْمَا فِي أَيْدِى النَّاسِ
يُحِبُّكَ النَّاسُ
“Dari
Sahl
bin Sa'ad as-Sa'idi رضي الله عنه ia mengatakan, "Seseorang datang kepada
Nabi صلي الله عليه وسلم lalu mengatakan, 'Wahai Rosululloh,
tunjukkan kepadaku atas suatu amalan yang jika aku mengamalkannya maka Alloh
mencintaiku dan manusia pun mencintaiku.' Beliau bersabda, 'Berlaku
zuhudlah
di
dunia maka Alloh akan mencintaimu, dan berlaku zuhudlah terhadap apa yang
dimiliki manusia maka manusia akan mencintaimu.'"3
4.
Tercukupi
kehidupannya
Rosululloh
صلي الله عليه وسلم bersabda:
مَنْ كَانَ هَمُّهُ الْآخِرَةَ جَمَعَ اللَّهُ شَمْلَهُ
وَجَعَلَ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ وَمَنْ
كَانَتْ نِيَّتُهُ الدُّنْيَا فَرَّقَ اللَّهُ عَلَيْهِ ضَيْعَتَهُ وَجَعَلَ
فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ
لَهُ
"Barang siapa keinginannya akhirat, Alloh
akan mengumpulkan perkaranya; Alloh jadikan kekayaan dalam hatinya, dunia akan
datang menghampiri dirinya sedangkan dia tidak senang. Dan barang siapa
keinginannya dunia, Alloh akan merusak kehidupannya; Alloh jadikan kemiskinan di
pelupuk matanya, dia tidak mendapat bagian dunia kecuali yang sudah
ditulis."4
5.
Tidak
bergantung dengan dunia dan
kenikmatannya
yang fana
Dunia
dengan segala kenikmatan di dalamnya hanyalah bersifat sementara. Semuanya akan
hilang dan punah. Yang kekal hanya kehidupan akhirat dan apa yang ada di sisi
Alloh. Alloh عزّوجلّ berfirman:
وَمَا أُوتِيتُم مِّن شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا
وَزِينَتُهَا وَمَا عِندَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَى أَفَلَا تَعْقِلُونَ. أَفَمَن
وَعَدْنَاهُ وَعْداً حَسَناً فَهُوَ لَاقِيهِ كَمَن مَّتَّعْنَاهُ مَتَاعَ
الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ثُمَّ هُوَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ
الْمُحْضَرِينَ
“Dan apa saja yang diberikan kepada kamu,
maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di
sisi Alloh adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak
memahaminya? Maka apakah orang yang Kami janjikan kepadanya suatu janji yang
baik (surga) lalu ia memperolehnya, sama dengan orang yang Kami berikan
kepadanya kenikmatan hidup duniawi kemudian dia pada hari kiamat termasuk
orang-orang yang diseret (ke dalam neraka)?” (QS. al-Qoshosh [28]: 60-61)5
Al-Imam
Ibnu Katsir رحمه الله mengatakan, 'Alloh memberi kabar tentang
hinanya dunia dan apa yang ada di dalamnya berupa perhiasan yang hina dan bunga
kehidupan yang fana dibandingkan dengan apa yang Alloh telah persiapkan bagi
para hamba-Nya yang sholih di negeri akhirat berupa kenikmatan yang besar dan
kekal, sebagaimana Alloh berfirman:
مَا عِندَكُمْ يَنفَدُ وَمَا عِندَ اللّهِ بَاقٍ
“Apa
yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Alloh adalah kekal. (QS.
an-Nahl [16]: 96)
1. HR. al-Bukhori 2834, Muslim: 1805
2. Tafsir as-Sa'di: 1/516
3. HR. Ibnu Majah: 4102, al-Hakim: 4/313; dishohihkan oleh al-Albani
dalam ash-Shohihah no. 944
4. HR. Ibnu Majah: 4105, Ahmad: 5/183, Ibnu Hibban: 72; dishohihkan oleh
al-Albani dalam ash-Shohihah no. 404.
5. Tafsir Ilmu Katsir. 6/249
[Sumber: Majalah Al-Furqon No.115 Ed.12
Th. Ke-10_1432/2011, Milikilah Sifat Zuhud, Oleh: Ust. Abu Aniisah Syahrul
Fatwa bin Lukman]
Semoga bermanfaat… Mari Belajar
Islam






0 komentar:
Posting Komentar