SEGERA BERAMAL, TIDAK
MENUNDA-NUNDA
Perkara yang wajib dilakukan oleh seorang muslim yang keempat ketika menerima
perintah-perintah Alloh, yaitu segera beramal, tidak menunda-nunda.
Apabila Anda telah mengetahui suatu perintah Alloh عزّوجلّ, Anda pun senang dan
bersemangat dengannya, maka segeralah kerjakan perintah tersebut, jangan
menunda-nundanya. Segeralah beramal dan lakukan secara kontinu.
Allohعزّوجلّ
berfirman:
وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا
السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Robb-mu dan kepada surga yang
luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa."
(QS Ali Imran [3]: 133)
Seorang muslim akan bersegera dalam mengamalkan perintah, tidak
menunda-nundanya. Jika telah tiba waktu untuk melaksanakannya maka segera
mengerjakannya. Contohnya shalat, jika telah masuk waktunya, segeralah shalat,
jangan menunda-nunda hanya karena urusan dunia!!
Rosululloh صلى الله عليه وسلم ditanya, "Amalan apakah yang
paling dicintai oleh Alloh?" Beliau menjawab:
الصَّلَاةُ على وَقْتِهَا
"Shalat pada waktunya."1
Oleh karena itu, hendaknya setiap muslim mewaspadai segala penghalang
atau kesibukan yang bisa menghalangi dari mengerjakan amalan shalih. Waspadalah
dari segala perkara yang bisa menghalangi ketaatan kepada Alloh عزّوجلّ, karena tujuan asal dari
penciptaan manusia adalah beribadah dan taat kepada-Nya!
Alloh عزّوجلّ
berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka
beribadah kepada-Ku." (QS adz-Dzariyat [51]: 56)
Segeralah beramal ketika kebenaran dan perintah Alloh عزّوجلّ telah jelas. Janganlah Anda
menjadi orang yang rugi hanya karena mempertahankan prestise diri di mata
masyarakat.
Renungkanlah kisah Hiraql (Heraklius), penguasa negeri Rum (Romawi),
tatkala mengetahui kebenaran kenabian Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dan dia membenarkannya, namun
dia tidak masuk Islam karena para pengikutnya tidak setuju dan tidak menaatinya;
akhirnya, karena takut kehilangan pengikut dia lebih memilih kekafiran daripada
masuk Islam.2
Al-Imam Ibnul Qayyim
رحمه الله mengatakan, "Sesungguhnya Hiraql sudah mengenal kebenaran dan sudah ada
keinginan untuk masuk Islam akan tetapi kaumnya tidak mengikutinya, Hiraql takut
kepada mereka, maka dia memilih kekafiran daripada Islam setelah jelas baginya
petunjuk."3
1. HR al-Bukhari: 527, Muslim: 85.
2. HR al-Bukhari: 7, 4553.
3. Hidayah al-Hiyarifi Ajwibatil Yahudi wan Nashara hlm.
18.
[Sumber
Majalah Al-Furqon No.155 Ed.8 Th.ke-14_ 1436 H / 2015 M, 7 Hal
Penting Bagi Setiap Muslim, Ustadz Abu Abdillah
Syahrul Fatwa bin Lukman حفظه
الله ]
Semoga bermanfaat… Mari Belajar Islam#85






0 komentar:
Posting Komentar